Aksi Nyata (Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan di Indonesia)




T2. Aksi Nyata (Perspektif Sosiokultural Dalam Pendidikan di Indonesia)


Perspektif Sosiokultural Dalam Pendidikan di Indonesia
SEL.11.2-T2-8 Aksi Nyata

Indah Suci Lestari
260211105469


MULAI DARI DIRI
Apa yang anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Sebelum memulai proses pembelajaran tentang Konsep Dasar Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan, saya memiliki ekspektasi bahwa topik ini akan membawa pemahaman mendalam tentang bagaimana faktor sosial, budaya, dan lingkungan memengaruhi pendidikan. Saya menyadari bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial dan budaya di mana itu terjadi, dan saya berharap topik ini akan membuka wawasan terhadap kompleksitas dinamika tersebut. Sebelumnya, saya telah menyadari pentingnya mengakomodasi keberagaman budaya siswa dalam pengajaran, tetapi saya ingin lebih memahami strategi konkret dalam menerapkan pendekatan sosiokultural dalam kelas. Saya berharap dapat mengidentifikasi tantangan umum yang dihadapi oleh pendidik dalam lingkungan multikultural dan mengeksplorasi solusi yang efektif. Selain itu, saya memiliki harapan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan siswa dalam berbagai konteks budaya. Saya ingin mengeksplorasi konsep-konsep seperti zona perkembangan proximal dan bagaimana interaksi sosial dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif. Secara keseluruhan, saya memulai proses pembelajaran ini dengan antusiasme dan keyakinan bahwa pemahaman lebih dalam tentang perspektif sosiokultural akan memberikan landasan yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berdaya saing.

EKSPLORASI KONSEP
Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Dari konsep yang saya pelajari dalam topik Konsep Dasar Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan, saya memperoleh pemahaman yang mendalam tentang bagaimana faktor-faktor sosial, budaya, dan kontekstual memengaruhi proses pembelajaran. Saya belajar bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosial dan budaya di sekitarnya, dan pengajaran yang efektif memerlukan responsibilitas untuk mengakomodasi keberagaman siswa. Konsep zona perkembangan proximal (ZPD) memberikan wawasan tentang pentingnya bimbingan dan interaksi sosial dalam pengembangan kemampuan siswa. Pemahaman bahwa pengajaran harus disesuaikan dengan ZPD siswa membuka peluang untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih responsif. Selain itu, konsep pembelajaran berbasis konteks dan pengakuan akan keberagaman budaya memberikan dorongan untuk menciptakan lingkungan belajar yang relevan dan bermakna bagi setiap siswa. Saya memahami bahwa peran guru bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mediator pembelajaran yang memahami konteks sosial siswa. Pentingnya melibatkan masyarakat dan memahami nilai-nilai lokal juga menjadi fokus, memberikan gambaran lebih lengkap tentang bagaimana pendidikan dapat menjadi daya ungkit untuk perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Secara keseluruhan, pembelajaran konsep sosiokultural membuka pandangan yang lebih holistik terhadap pendidikan, memperkaya perspektif saya sebagai calon pendidik, dan memberikan landasan untuk merancang pengajaran yang lebih inklusif dan berorientasi pada keberagaman budaya siswa.

RUANG KOLABORASI
Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Dalam Ruang Kolaborasi, rekan saya dan saya mengadakan diskusi kelompok tentang beberapa bacaan, termasuk "Belajar Berdemokrasi", "Ray Sang Pecandu Game Online", dan "Melawan Setan Bermata Runcing". Kami menganalisis buku-buku bacaan tersebut untuk mendiskusikan korelasinya dengan teori sosiokultural, pertimbangan guru terhadap aspek sosiokultural dalam bacaan, dan strategi lain yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah yang disorot. Dari ketiga bacaan tersebut, saya merasa tergerak sebagai seorang guru tentang pentingnya pendidikan dan upaya guru dalam membentuk individu yang bebas dari ketidaktahuan, sembari tetap menanamkan nilai-nilai keberagaman budaya. Ini memberi saya motivasi untuk menjadi pendidik yang berdedikasi dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi peserta didik.

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Hal saya pelajari dalam proses ini adalah bagaimana saya harus mempersiapkan diri dalam segala kemungkinan yang terjadi selama pembelajaran. Dalam proses demokrasi kontekstual yang dipelajari bersama dalam kelompok yaitu kami belajar mengevaluasi apa yang telah kami kerjakan. Dalam evaluasi ini kami berbagi pendapat, berkomunikasi bersama, dan saling membantu. Dari demonstrasi ini kami mendapatkan nilai-nilai penting yang nantinya kami gunakan saat mengajar.

ELABORASI PEMAHAMAN

  • Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?

Sejauh saat ini, pemahaman saya tentang topik ini adalah bahwa dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan, proses pembelajaran di sekolah tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor yang telah menjadi bagian hidup dari lingkungan masyarakat secara turun temurun. Faktor-faktor tersebut melibatkan aspek sosial, ekonomi, adat budaya, dan etnis. Dalam praktek pembelajaran, contohnya, seorang pendidik diharapkan memahami karakteristik peserta didik untuk memastikan pemberian materi yang efektif. Selanjutnya, dalam memberikan bimbingan, pendidik harus memberikan perlakuan yang setara kepada semua peserta didik, baik dalam aspek fisik, spiritual, maupun penggunaan media pembelajaran di dalam kelas. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya kesenjangan antara peserta didik.

  • Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?

Sebelum memulai pembelajaran, pemahaman saya tentang konsep Dasar Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan cukup terbatas. Namun, seiring berjalannya pembelajaran, pemahaman saya mengalami perluasan yang signifikan. Saya kini lebih mengerti bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga terkait erat dengan konteks sosial, budaya, dan ekonomi. Konsep zona perkembangan proximal (ZPD) memberikan wawasan tentang pentingnya interaksi sosial dan bimbingan dalam pengembangan siswa. Selain itu, pengakuan akan keberagaman budaya dan nilai-nilai lokal membuka mata saya terhadap bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Saya juga memahami peran penting guru sebagai mediator pembelajaran yang memahami konteks siswa. Keseluruhan, pembelajaran ini telah membawa saya pada pandangan yang lebih komprehensif dan mendalam tentang konsep ini.

  • Apa yang ingin anda pelajari lebih lanjut?

Saya ingin memahami langkah-langkah atau strategi yang bisa saya gunakan saat menghadapi masalah status sosial ekonomi peserta didik agar saya dapat mempersiapkan diri dengan baik dan menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

KONEKSI ANTAR MATERI
Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Yang saya pelajari dari koneksi antar materi pada topik ini adalah, bahwasanya setiap materi saling behubungan dan saling berkaitan satu sama lain, dimana hal itu berpengaruh terhadap keberlangsungan pendidikan.

AKSI NYATA

  • Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?

Pembelajaran mengenai Status Sosial Ekonomi (SES) dan Teori Aktivitas Sejarah Budaya (CHAT) secara signifikan meningkatkan kesiapan saya sebagai guru. Pemahaman yang lebih mendalam tentang SES memungkinkan saya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pencapaian akademik, motivasi, dan partisipasi siswa. Sementara itu, pemahaman terhadap CHAT memberi wawasan tentang bagaimana aktivitas budaya dan sejarah memengaruhi cara individu belajar dan berinteraksi. Hal ini memberikan saya alat dan wawasan yang diperlukan untuk merancang strategi pembelajaran yang relevan, konkret, dan efektif. Materi pada topik ini membantu meningkatkan kemampuan saya dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung dan memberdayakan semua siswa untuk mencapai potensi maksimal.

  • Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Saat ini, saya menilai kesiapan pribadi saya dalam menerapkan konsep sosiokultural sekitar skala 7. Meskipun saya telah memiliki pemahaman yang memadai, saya menyadari bahwa masih diperlukan pembelajaran lebih lanjut untuk mengimplementasikan teori tersebut secara efektif. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan akan pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi pada topik ini dan dukungan dari referensi pengetahuan yang relevan.

  • Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Hal yang perlu saya siapkan untuk menerapkannya dengan optimal adalah saya perlu banyak belajar dari literatur yang relevan, mengikuti seminar/workshop, saling diskusi dengan teman sebaya, guru pamong, dan dosen pembimbing lapangan. Bila dirasa saya sudah memiliki bekal yang cukup, saya akan menerapkannya kemudian mengevaluasinya.

Komentar