SEL.11.2-T6-8 Aksi Nyata - Isu-Isu Penyelenggaraan Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dalam Perspektif Sosial, Budaya, Ekonomi dan Politik
Nama : Indah Suci Lestari
NIM : 260211105469
Matkul : Perspektif Sosiokultural
Tugas
: SEL.11.2-T6-8 Aksi Nyata
SEL.11.2-T6-8 AKSI NYATA
LK Individu 28
1. Mulai Dari Diri
a.
Apa
yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?
Jawab:
Dalam merenungkan topik ini, saya mempertimbangkan persoalan-persoalan
implementasi pembelajaran di sekolah dari perspektif sosial, budaya, ekonomi,
dan politik. Faktor-faktor dan permasalahan-permasalahan tersebut memiliki
pengaruh yang besar terhadap proses pembelajaran di Indonesia.
2.
Eksplorasi
Konsep
a.
Apa
yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?
Jawab:
Melalui eksplorasi konsep dalam topik 6, saya memahami tentang tantangan
penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah, dilihat dari berbagai
sudut pandang sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dalam pembahasan ini, kami
mendalami konsep Scaffolding pada ZPD, terutama dalam memberikan bantuan kepada
siswa sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik individu mereka. Materi ini
memberikan pencerahan mengenai permasalahan organisasi pendidikan dan
pembelajaran di sekolah, yang melibatkan aspek-aspek sosial, budaya, ekonomi,
dan politik. Ini karena hubungan erat antara proses pendidikan dan isu-isu
organisasi pendidikan serta pembelajaran di sekolah dalam konteks sosial,
budaya, ekonomi, dan politik.
3.
Ruang
Kolaborasi
a.
Apa
yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang
kolaborasi?
Jawab:
Ketika kami berkumpul dalam sesi pembelajaran kelompok di ruang kolaborasi,
perhatian kami difokuskan pada topik keenam yang membahas Isu-Isu
Penyelenggaraan Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dari Perspektif Sosial,
Budaya, Ekonomi, dan Politik dalam Konteks Pendidikan di Indonesia. Kami
diminta untuk menyampaikan pandangan pribadi kami terkait
permasalahan-permasalahan tersebut. Saat memberikan pandangan, saya dapat
mengekspresikan perspektif saya yang didasarkan pada pemahaman saya tentang
konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik di Indonesia. Proses ini tidak
hanya meningkatkan pemahaman saya terhadap kompleksitas sistem pendidikan di
negara ini, tetapi juga memberi kesempatan untuk mendengar dan memahami sudut pandang
yang berbeda dari rekan-rekan dalam kelompok.
4.
Demonstrasi
Kontekstual
a.
Apa
hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda
jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?
Jawab:
·
Ikut
serta dalam diskusi tentang kesiapan guru menghadapi tantangan dalam
menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran di lingkungan sekolah.
·
Memberikan
perspektif tentang persamaan dan perbedaan dalam masalah umum yang sering
muncul dalam konteks pendidikan dan pembelajaran.
·
Menyampaikan
pendapat mengenai kesamaan dan perbedaan dalam pelaksanaan pengajaran dengan
mempertimbangkan isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran dari sudut
pandang sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi peserta didik.
5.
Elaborasi
Pemahaman
a.
Sejauh
ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?
Jawab:
Sampai saat ini, pemahaman saya tentang tantangan penyelenggaraan pendidikan
dan proses pembelajaran di sekolah mencakup berbagai aspek dalam sudut pandang
sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dalam konteks sosial, tantangan muncul
terkait ketidaksetaraan dalam pendidikan, dimana akses dan kualitasnya dapat
bervariasi di antara segmen masyarakat. Ketidaksetaraan ini dapat disebabkan
oleh faktor-faktor seperti lokasi geografis, status ekonomi, atau latar
belakang etnis. Dari perspektif budaya, variasi dalam norma, nilai, dan tradisi
juga memengaruhi dinamika pembelajaran di sekolah, sehingga diperlukan
pendekatan yang inklusif dan sensitif terhadap keragaman.
Dalam
bidang ekonomi, perhatian utama tertuju pada isu-isu terkait pembiayaan
pendidikan dan ketersediaan akses terhadap sumber daya pendidikan. Tidak semua
murid memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas
karena disparitas ekonomi dan distribusi sumber daya. Dari perspektif politik,
kebijakan pendidikan dan pengelolaan sekolah memiliki dampak yang signifikan
terhadap dinamika pembelajaran. Keterlibatan pemerintah, pembuatan kebijakan
yang cerdas, dan transparansi dalam administrasi pendidikan menjadi faktor kunci
dalam membentuk lingkungan pendidikan yang sehat.
b.
Apa
hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum
pembelajaran dimulai?
Jawab:
Sebelum memulai pembelajaran mengenai penyelenggaraan pendidikan dan
pembelajaran di sekolah dari perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik,
pemahaman saya tentang topik ini terbatas. Awalnya, fokus pandangan saya
terhadap aspek-aspek langsung seperti metode pengajaran, kurikulum, dan
prestasi siswa, dengan pemahaman tentang pendidikan yang relatif sederhana.
Namun, melalui peningkatan pemahaman melalui pembelajaran tambahan, pengetahuan
saya tentang topik ini mengalami perkembangan yang signifikan. Sekarang, saya
menyadari bahwa penyelenggaraan pendidikan tidak bisa dipisahkan dari konteks
sosial, budaya, ekonomi, dan politik tempat sekolah beroperasi. Pemahaman saya
mencakup kesadaran bahwa kebijakan pendidikan dipengaruhi oleh faktor-faktor
ini, dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan. Isu-isu
seperti aksesibilitas pendidikan, ketidaksetaraan sosial dalam hasil
pendidikan, dan peran ekonomi dalam mendukung sistem pendidikan menjadi lebih
jelas bagi saya sekarang.
c.
Apa
yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?
Jawab:
Bagaimana seorang guru bisa memperkuat inklusi dalam suasana belajar, mengatasi
rintangan sosial, budaya, ekonomi, dan politik di sekolah, agar setiap murid,
termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, bisa merasakan manfaat positif dari
proses pendidikan tanpa dipengaruhi oleh latar belakang mereka?
6.
Koneksi
Antar Materi
a.
Apa
yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang
sama maupun dengan mata kuliah lain?
Jawab:
Mata Kuliah perspektif sosiokultural ini memiliki keterkaitan dengan mata
kuliah lainnya, diantaranya:
1)
Filosofi
Pendidikan Indonesia. Hubungannya dengan topik ini Menurut pandangan Ki Hajar
Dewantara adalah bahwa pembelajaran perlu disesuaikan dengan kodrat alam dan
kondisi zaman. Isu-isu terkait penyelenggaraan pendidikan dan proses
pembelajaran mencakup penyesuaian pembelajaran agar sesuai dengan tuntutan
zaman.
2)
Literasi
Lintas Mata Pelajaran. Mengikutsertakan kemampuan mengenali hubungan antara
konsep dan memahami implikasinya dalam berbagai situasi. Dalam konteks ini,
peserta didik diharapkan mengasah keterampilan analisis dan penalaran yang
melibatkan berbagai mata pelajaran guna memahami konsekuensi isu-isu pendidikan
dalam ranah sosial, ekonomi, budaya, dan politik.
3)
Pemahaman
Peserta Didik dan Pembelajarannhya. Sebagai pendidik, sudah menjadi tanggung
jawab untuk mengenal peserta didik. Dalam mata kuliah PPDP ini, fokusnya adalah
bagaimana melaksanakan pembelajaran yang mendukung peserta didik dan
menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Langkah awal dalam
mengenali peserta didik juga melibatkan pemahaman terhadap isu-isu terkini yang
terkait dengan aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik, yang
relevan dengan topik 6 dalam pembahasan ini.
4)
Prinsip
Pengajaran dan Asesmen I. Evaluasi kinerja guru perlu memperhitungkan aspek
latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi peserta didik. Hal ini bertujuan
untuk mengidentifikasi kebutuhan dan gaya belajar masing-masing peserta didik
guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan sesuai dengan
prinsip-prinsip kurikulum modern.
7.
Aksi
Nyata
a.
Apa
manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?
Jawab:
Signifikansi bagi seorang pengajar terletak pada pemahamannya terhadap
tantangan penyelenggaraan pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah dari
sudut pandang sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Hal ini juga mencakup
kemampuan dalam menghadapi berbagai aspek tersebut dari beragam perspektif.
b.
Bagaimana
Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?
Jawab:
Saya merasa tingkat kesiapan saya sebagai pendidik mencapai skor 8. Banyak
aspek dalam topik ini yang menjadi fokus pembelajaran saya, dan sebagian besar
merupakan materi baru yang baru-baru ini saya teliti dengan mendalam. Pemahaman
yang saya peroleh dari pembelajaran ini akan segera saya terapkan ketika saya
mulai meniti karier sebagai seorang guru.
c.
Apa
yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan
optimal?
Jawab:
Saya yakin saya dapat secara efektif menerapkan teori-teori yang telah saya
pelajari dalam mata kuliah ini selama praktik lapangan. Untuk mencapai hal ini,
saya menyadari pentingnya berlatih terus-menerus dan menerapkan teori-teori
tersebut dalam situasi nyata. Keyakinan saya adalah semakin sering saya terlibat
dalam latihan dan pengalaman langsung, semakin terbiasa dan mampu saya dalam
menerapkan konsep-konsep yang telah saya pelajari. Dengan sikap optimis dan
tekad untuk terus berkembang, saya yakin dapat menjadi seorang pendidik yang
berkualitas dan memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan.
Komentar
Posting Komentar