Tugas SEL.11.2-T5-8 AKSI NYATA-LK Individu 24 (Indah Suci Lestari)
SEL.11.2-T5-8 AKSI NYATA
LK Individu 24
1. Mulai Dari Diri
a. Apa
yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?
Jawab: Yang saya pikirkan tentang topik ini
sebelum memulai proses pembelajaran yaitu bagaimana cara kita sebagai pendidik
untuk menentukan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran apa yang
tepat untuk diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD, dimana tentunya terdapat
keanekaragaman latar belakang dan kemampuan yang dimiliki peserta didik di
dalam suatu kelas.
2.
Eksplorasi
Konsep
a.
Apa
yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?
Jawab: Hal yang saya pelajari dalam topik ini adalah
bahwasannya penting sekali bagi kita sebagai pendidik untuk memahami
pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai
Scaffolding pada ZPD, karena hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan
pendidikan peserta didik. Seorang guru perlu menyediakan bantuan maupun
bimbingan yang tepat untuk membantu peserta didik dalam mencapai suatu potensi
yang dimiliki oleh peserta didik secara optimal. Dalam proses
pembelajaran, sangat penting bagi kita sebagai guru untuk memahami latar
belakang dan kemampuan peserta didik agar mampu memberikan stimulus yang tepat
sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
3.
Ruang
Kolaborasi
a.
Apa
yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang
kolaborasi?
Jawab: Dalam ruang kolaborasi, saya dapat belajar lebih banyak
dari rekan-rekan sejawat saya terkait dengan:
1)
Pengalaman
Praktis
Saya
dapat belajar dari pengalaman praktis rekan-rekan tentang bagaimana mereka menerapkan
konsep scaffolding pada ZPD dalam konteks kelas mereka. Ini dapat memberikan
wawasan yang berharga tentang tantangan dan solusi yang mungkin timbul dalam
pengajaran sehari-hari.
2)
Strategi
Efektif
Rekan-rekan
juga dapat berbagi strategi pembelajaran yang efektif yang mereka temukan
berhasil dalam membantu siswa mencapai ZPD mereka. Hal ini dapat memberikan
inspirasi untuk mencoba pendekatan atau teknik pembelajaran baru.
3)
Evaluasi
dan Refleksi
Kolaborasi
dengan rekan-rekan juga dapat melibatkan evaluasi bersama terhadap pembelajaran
yang dilakukan dan refleksi terhadap hasilnya. Ini dapat membantu saya dan
rekan-rekan untuk terus meningkatkan praktik pengajaran kami.
4)
Materi
dan Sumber Belajar
Ruang
kolaborasi ini juga dapat menjadi tempat untuk berbagi materi pembelajaran,
sumber belajar, dan referensi yang relevan dengan topik scaffolding pada ZPD,
sehingga dapat memperkaya sumber daya yang tersedia untuk kami gunakan dalam
pengajaran.
Melalui
kolaborasi dengan rekan-rekan dalam ruang kolaborasi, kita dapat saling
mendukung, menginspirasi, dan bertukar informasi untuk meningkatkan kualitas
pengajaran dan pembelajaran kita.
4.
Demonstrasi
Kontekstual
a.
Apa
hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda
jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?
Jawab: Dalam proses demonstrasi kontekstual bersama kelompok,
ada hal penting yang dapat dipelajari terkait dengan topik tersebut yaitu kami
dapat saling berbagi ide, memberikan umpan balik, dan belajar satu sama lain
dalam konteks pengajaran yang nyata.
Selain itu, melalui demonstrasi kontekstual saya
memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana konsep scaffolding
pada ZPD diterapkan dalam konteks nyata pembelajaran di kelas. Saya dapat
melihat secara langsung bagaimana strategi, metode, dan teknik pembelajaran
digunakan untuk mendukung siswa dalam mencapai ZPD mereka.
b.
Sejauh
ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?
Jawab: Sejauh ini, pemahaman saya tentang topik ini adalah
sebagai berikut:
1)
Pendekatan
Pembelajaran
Scaffolding
pada ZPD melibatkan pendekatan pembelajaran yang mendukung siswa dalam
mengembangkan kemampuan mereka secara bertahap, termasuk dengan memberikan
bantuan yang tepat pada waktu yang tepat sesuai dengan kemampuan siswa.
2)
Strategi
dan Teknik
Dalam
konteks ini, strategi dan teknik pembelajaran yang digunakan haruslah fleksibel
dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individual siswa. Metode seperti
pemberian umpan balik, penguatan positif, dan penggunaan pertanyaan panduan
merupakan contoh strategi yang dapat digunakan.
3)
Keterlibatan
Siswa
Pentingnya
melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, seperti memberikan
kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara mandiri, berkolaborasi dengan
teman, dan mengatasi tantangan pembelajaran dengan dukungan yang tepat.
4)
Kolaborasi
dengan Rekan
Kolaborasi
dengan rekan sejawat juga sangat penting dalam mengembangkan strategi
scaffolding yang efektif. Berbagi pengalaman, ide, dan sumber daya dapat
memperkaya praktik pengajaran.
5)
Evaluasi
dan Penyesuaian
Evaluasi
terus-menerus terhadap efektivitas pembelajaran dan penyesuaian strategi
pembelajaran berdasarkan hasil evaluasi merupakan bagian penting dari konsep
scaffolding pada ZPD.
Pemahaman ini memberikan landasan yang kuat untuk
merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang mendukung pertumbuhan dan
perkembangan siswa sesuai dengan ZPD mereka.
5.
Elaborasi
Pemahaman
a.
Apa
hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran
dimulai ?
Jawab:
Hal baru yang saya pahami yaitu
tentang konsep Scaffolding pada ZPD dan bagaimana menerapkannya secara efektif
dalam konteks pembelajaran di kelas. Selain itu saya juga memahami pentingnya
adaptasi terhadap kebutuhan individual siswa dan kemampuan memodifikasi
strategi pembelajaran yang sesuai dengan ZPD peserta didik agar dapat
menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna bagi mereka.
b.
Apa
yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?
Jawab: Saya tertarik untuk lebih memahami beberapa hal terkait
dengan konsep scaffolding pada ZPD, seperti mengeksplorasi studi kasus dan
penelitian terkini yang mengkaji implementasi scaffolding pada ZPD dalam berbagai
konteks pembelajaran dan dengan berbagai kelompok siswa dan teknik evaluasi
serta monitoring yang efektif untuk mengukur efektivitas strategi scaffolding
dan membuat penyesuaian yang diperlukan dalam pembelajaran.
Dengan mempelajari hal-hal ini lebih lanjut, saya yakin
dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan saya dalam merancang dan
mengimplementasikan pembelajaran yang sesuai dengan konsep scaffolding pada ZPD
untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan siswa secara optimal.
6.
Koneksi
Antar Materi
a.
Apa
yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang
sama maupun dengan mata kuliah lain?
Jawab: Melalui mata kuliah FPI yang mana dalam topik 2 membahas
tentang dasar-dasar pendidikan Ki Hajar Dewantara, dimana setiap peserta didik
memiliki hak yang sama untuk menerima pendidikan sesuai dengan kodrat alam dan
kodrat zaman. Pendidikan dengan Scaffolding dalam pembelajaran dapat
diterapkan dengan filosofi pendidikan menurut KHD untuk mendukung perkembangan
belajar peserta didik sesuai dengan ZPD.
Dalam mata kuliah Pemahaman Peserta Didik dan
Pembelajarannya, seorang guru memerlukan penggunaan metode Scaffolding pada ZPD
agar dapat memberikan bantuan secara tepat kepada peserta didik sesuai dengan
perkembangan, kemampuan dan pemahamannya. Hal ini dilakukan agar proses
pembelajaran dapat berjalan dengan efektif sehingga tujuan pembelajaran pun
dapat tercapai dengan baik.
Pada mata kuliah Prinsip Pengajaran & Asesmen I ini,
dalam Topik 2 membahas mengenai asesmen sebagai alat untuk mengetahui kebutuhan
belajar, perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik sehingga dapat
mengetahui Scaffolding yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
diharapkan. Melalui asesmen guru dapat mengetahui tingkat pengetahuan peserta
didik dan memberikan bantuan sesuai dengan ZPDnya.
Penerapan Scaffolding pada ZPD telah saya terapkan ketika
saya melakukan PPL 1. Setelah saya melakukan asesmen diagnostik baik kognitif
dan nonkognitif,, saya lalu membentuk kelompok diskusi berdasarkan hasil
asesmen, kemudian saya memberikan LKPD kelompok kemudian saya memberikan
bantuan pada setiap kelompok berdasarkan kemampuannya.
b.
Apa
manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?
Jawab: Pembelajaran tentang konsep scaffolding pada ZPD
memiliki beberapa manfaat yang signifikan untuk kesiapan saya sebagai seorang
guru. Pembelajaran ini membantu saya mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam
tentang bagaimana mendukung siswa dalam mencapai ZPD mereka. Hal ini membuat
saya lebih siap dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pembelajaran
yang sesuai dengan kebutuhan individual siswa. Saya dapat mengembangkan
keterampilan pengajaran seperti adaptasi terhadap kebutuhan siswa, memberikan
bantuan yang tepat pada waktu yang tepat, dan merancang pengalaman pembelajaran
yang menarik dan relevan bagi siswa. Pembelajaran ini juga mendorong kolaborasi
dengan rekan sejawat dan refleksi terhadap praktik pengajaran saya. Saya dapat
belajar dari pengalaman dan ide rekan-rekan, serta melakukan evaluasi diri
secara terus-menerus untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang konsep
scaffolding pada ZPD, saya merasa lebih siap untuk menghadapi berbagai
tantangan dalam proses pembelajaran, seperti mengelola berbagai tingkat
kemampuan siswa, memberikan dukungan yang tepat, dan memfasilitasi kemandirian
siswa. Selain itu, pembelajaran ini membantu meningkatkan efektivitas
pembelajaran secara keseluruhan. Saya dapat merancang pembelajaran yang lebih
relevan, bermakna, dan inklusif bagi semua siswa, sehingga dapat mencapai
tujuan pembelajaran dengan lebih baik.
Dengan demikian, pembelajaran tentang konsep scaffolding
pada ZPD memberikan manfaat yang besar dalam mempersiapkan saya sebagai seorang
guru yang kompeten, responsif, dan efektif dalam mendukung pertumbuhan dan
perkembangan siswa.
7.
Aksi
Nyata
a.
Bagaimana
Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?
Jawab: Saat ini, saya akan menilai kesiapan saya sebagai guru
dalam skala 1-10 dengan angka 8. Alasannya karena saya memiliki bekal pemahaman
yang baik tentang konsep scaffolding pada ZPD dan strategi pembelajaran yang
mendukungnya. Namun, saya juga masih akan terus meningkatkan pemahaman yang
lebih mendalam melalui pembelajaran dan praktik yang terus-menerus.
b.
Apa
yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan
optimal?
Jawab: Untuk bisa menerapkan konsep scaffolding pada ZPD dengan
optimal, ada beberapa hal yang perlu saya persiapkan lebih lanjut. Saya perlu
terus memperdalam pemahaman saya tentang konsep scaffolding, termasuk berbagai
teknik dan strategi yang dapat digunakan untuk mendukung siswa dalam mencapai
ZPD mereka. Ini dapat dilakukan melalui membaca literatur terkini, mengikuti
pelatihan atau workshop yang berkaitan, serta berdiskusi dengan rekan sejawat
atau mentor yang berpengalaman. Saya perlu terus mengembangkan keterampilan
praktis dalam merancang dan mengimplementasikan strategi scaffolding dalam
pembelajaran sehari-hari, meliputi kemampuan dalam memberikan bantuan yang
tepat pada waktu yang tepat, merancang aktivitas yang menantang namun sesuai
dengan ZPD siswa, serta memberikan umpan balik yang konstruktif. Saya juga akan
terus berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan
umpan balik yang konstruktif. Selain itu, saya juga akan melanjutkan praktik
refleksi diri secara teratur untuk mengevaluasi efektivitas strategi yang saya
terapkan dan membuat perbaikan jika diperlukan. Selain itu saya juga akan
mengembangkan sistem evaluasi yang komprehensif dan terus-menerus untuk
mengukur efektivitas strategi scaffolding yang saya terapkan. Hal ini meliputi
penggunaan berbagai teknik evaluasi, seperti observasi kelas, penilaian
formatif, dan analisis hasil belajar siswa. Dengan mempersiapkan hal-hal
tersebut secara lebih mendalam dan sistematis, saya yakin dapat menerapkan
konsep scaffolding pada ZPD dengan lebih optimal dalam praktik pengajaran saya.
Komentar
Posting Komentar